Pendek,item,hidung pesek,rambut keriting dan tidak punya skill seperti anggota keluarga lainnya kerap menjadikan saya sebagai objek bullying. Yup,saya memang berbeda dari keluarga saya yang lain. Selain bentuk fisik yang tidak sama dengan kebanyakan keluarga saya lainnya dalam hal kemampuan pun saya tidak lah ada apa-apanya. Rata-rata di keluarga saya punya kemampuan olahraga yang sangat baik,mau itu bulutangkis ataupun volly bahkan Mamah saya pernah menjadi pemain basket sewaktu sma nya. Saya? Jangan tanya ga ada satupun olahraga yang saya bisa. Keterampilan? Ini tugas sekolah yang bisa membuat saya nangis karena bingung mau ngerjain apa. Di saat paman,kakek,sepupu saya jago menggambar dan melukis saya hanya mentok bisa gambar gunung sebagai pemandangan.
Di SD sudah biasa rasanya saya diejek masalah fisik. Cung,yang suka ngebully saya waktu SD? Gigi saya yang tonggos kerap dibilang bokir, badan saya yang gemuk seringkali membuat saya dipanggil atun atau kulit hitam saya menjadikan membuat orang memanggil saya dengan "iteung" bukan Iteung pacarnya kabayan yang cantik itu tapi iteung plesetan dari kata "hideung" alias hitam. Semua itu tentunya membuat saya rendah diri menjadi insecure terhadap diri sendiri. Belum lagi di SMP orang macam saya yang tidak bagus secara fisik maka akan sulit mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah dengan mulus. Pakai kacamata aja dibilang Betty. Sampai saya menolak untuk pasang behel karena takut semakin jadi bahan bully-an. Dulu kan pakai behel ga kaya sekarang. SMA tidak jauh berbeda. Malah saya sering dijadikan bahan celotehan guru biologi "rinrin mana ya kok ga keliatan" ketika saya angkat tangan " owh senyum keliatan gigi dong biar keliatan ". Kata-kata begitu makin membuat rasa percaya diri saya semakin terkikis. Beruntunglah waktu SMA saya bisa ikut teater yang tidak melihat saya secara "fisik". Saya bisa datang latihan dengan rambut ngawigwig saya tanpa malu dan tanpa ejekan. Saya pun mempelajari hal yang mungkin tidak semua senangi misalkan bahasa jepang setidaknya saya bisa menunjukkan bahwa saya bisa. Meskipun sekarang entah kemana semua pelajaran yang saya dapat dari sensei saya yang saya kagumi. Atau ikut naik gunung. Dunia kuliah juga tidak jauh berbeda orang yang kurang secara fisik maka akan sulit mendapatkan "excuse" dari dosen beda sama yang cantik-cantik. Ingat ga siapa dosen yang begini? 😂
Ketika bertemu dengan orang lain kalau saya bilang saya orang sunda pasti ga akan ada yang percaya karena sunda di perspektif orang adalah: cantik,putih.
Semua bully-an yang saya terima sejak kecil baik dari keluarga maupun teman dan lingkungan membuat saya semakin tidak percaya diri. Saya sering menyalahkan diri sendiri. Bahkan ketika kerja saya hanya sebagai penonton dan tidak mau ngomong. Beruntungnya saya pernah bertemu Manajer yang membuat saya terpacu untuk percaya diri dan dikasih petuah-petuah.
Mungkin saya yang sekarang terlihat lebih percaya diri adalah bagian dari proses itu sendiri. Yang kalau ketemu orang yang membuat saya nyaman maka saya akan heboh dan cerewet. Begitupun ketika ada orang yang membuat saya ga nyaman maka saya akan bertindak sebaliknya. Hasil tes psikologis,saya adalah orang introvert mungkin ga ada yang percaya ya? 😂 Sama halnya ketika mengetahui hasil tes yang menunjukkan saya adalah orang koleris bukan sanguins. Pasti teman-teman dekat saya,merasa ga rela karena di luar saya nampak sanguins 😂😂. Yang di dalamnya kan pada ga tahu.
Saya orang cengeng,yang selalu kepikiran apa kata orang yang akibatnya pernah mengalami insomnia bertahun-tahun dan pernah drop karena itu. Tapi saya sangat beruntung tak pernah sekalipun Mamah saya mencela fisik saya atau tidak menerima anaknya yang ini. Meskipun bapak saya tak terima mempunyai anak yang berhidung pesek.
Saya yang lagi berproses untuk menerima diri sendiri dan mencintainya. Terimakasih mamak @meira membuat saya merasa tidak sendiri menjalani proses seumur hidup ini.
Jadi please jangan kalian bully fisik orang lagi. Karena kalian tidak akan pernah tahu dampak yang dialami orang kalian bully.
Selasa, 29 Mei 2018
Imperfect
Langganan:
Postingan (Atom)