Saat sakit yang tak bisa aku gambarkan. Hanya air mata yang tak henti keluar. Kok masih bisa nulis? Karena ini satu-satunya cara agar aku mengalihkan konsentrasi dari rasa sakit.
Pengen manggil nama mamah,pengen nelpon mamah pengen bilang "mah,teteh karaos deui ieu mastaka".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar