Bahagia tidak harus dengan menikah.
Itu jawaban saya ketika sahabat saya mulai gusar dengan "perkataan" orang terdekat dengan pertanyaan yang mungkin biasa tapi bisa bersifat fatal "kapan nikah?". Kenapa saya katakan fatal? karena secara tidak sadar sang penanya telah mengganggu psikologis yang ditanya. Dan itu tidak akan berhenti sampai disana, ada yang bisa mengalami gangguan tidur, bahkan ada yang terburu-buru nikah asalkan orang-orang berhenti mengatakan "kapan nikah" meskipun dalam hati kecilnya dia belum ingin menikah.
Saya pernah mengalami gagal nikah dua kali, yang satu sudah sampai cetak undangan yang satunya sudah tahap persiapan. Lantas saya kapok? Tidak! saya masih ingin menikah dan saya pernah atau mungkin sering menanyakan itu pada pasangan saya. Meskipun itu tidak pernah mendapat respon apapun dari pasangan saya. Akhirnya saya sampai pada titik "stop menanyakan kelanjutan hubungan sama pasangan" . setelah dipikir-pikir ketika pasangan kita cuek bebek tentang hubungan yang kita jalani, masa kita sendiri yang mau serius? kita juga ikutan cuek bebek dung :D .
Hubungan harus didasari oleh keinginan untuk saling menjaga hubungan itu sendiri. Ga boleh satunya susah payah mempertahanin yang satunya asyik dengan dunianya sendiri. Itu sangat-sangat akan menyakitkan. Ga mungkin banget kan kita mau menikah sama orang seperti itu? Lagi pacaran saja sudah cuek bebek, gimana sudah nikah? yang konon katanya setelah menikah semua yang manis-manis saat pacaran bakal memudar sedikit demi sedikit. Saya belum bisa menjamin mitos ini benar apa tidak, lah wong saya aja belum menikah. Tapi bayak kok contoh orang menikah jadi semakin besar kadar manisnya. Itu semua tergantung kita, bagaimana kita membangun sebuah "rumah" yang akan membuat kita nyaman dan akan selalu minta kembali untuk pulang.
Selalu ada keinginan untuk menikah sama seperti perempuan-perempuan lain, sama dengan harapan orang tua yang tidak ingin melihat putrinya jadi cibiran "perawan tua". Tapi lalu untuk apa menikah?kita mencari apa dalam pernikahan? bukankah ujung-ujungnya yang dicari adalah "kebahagiaan"?.
Bahagia tidak perlu kita cari dengan menikah. Saya baca buku saja sudah bahagia, nonton film, makan apalagi jalan-jalan ke tempat baru wuaaah itu sangat membuat saya bahagia. Lagian saya sudah lelah menjalin hubungan yang kebanyakan banyak sedihnya daripada happy nya. Banyak bikin terbawa emosi daripada bisa bikin cooling down. Jadi untuk apa menikah? banyak orang bahagia tanpa menikah. Saya bukan anti menikah, saya akan menikah ketika mendapatkan pasangan yang akan menjadi partner hidup saya, yang bisa bikin saya nyaman, yang banyak inisiatifnya, yang berpikir moment itu tidak bisa diulang, yang complete me lah, hahaha. Semoga!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar