Selasa, 31 Mei 2016

Menjadi Tantri Syalindri?

Saya suka dan kagum sama Nicholas Saputra, bahkan saya suka deg-degan kalau lihat dia di TV maupun di layar bioskop. Ga hanya Niholas Saputra, saya pun menyuka cowo-cowo cerdas nan keceh lainnya. Tapiiii untuk memuji pasangan saya, saya ga perlu membuat pasangan saya seperti Nico. Cukup menjadi dirinya sendiri, dikasih masukan tentang stylenya agar saya sebagai penikmat juga merasa senang maka saya tak perlu sungkan untuk melayangkan pujian :). 
Lalu apa jadinya kalau pasangan kita harus menjadikan kita tokoh idolanya untuk sekedar mendapat pujian? Hanya untuk membuat kita tersipu pun kita harus jadi Tantri Syalindri? OeMGiiiiiii saya mungkin ga bisa menjadi seperti itu. Harus buka jilbab, berambut panjang nan lurus lalu bergaya rock n roll. Itu ga saya banget dech. Ga heran juga melihat dia begitu tergila-gila sama masa lalunya yang kata orang se-pulau ini mirip sama Tantri. Dari mulai rambut, gaya berbusana, sampai keahlian bermusik a.k.a nyanyi pun dia bisa. Lah saya? ngomong aja fals gimana mau nyanyi?hahaha. 
Kenapa juga saya masih mau ngomongin dia dan masa lalunya? karena begitu banyak unek-unek yang masih menggumpal di dada ini yang takut apabila disimpan terlalu lama akan meledak entah dengan cara apa. Toh media ini saya anggap sebagai diary pribadi saya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar