Minggu, 29 Mei 2016

Cemburu

Siapa yang tak akan iri dengan masa lalu mu? Yang romantis,penuh puja dan puji. Sapaan hangat yang membuat orang yang membaca pun ikut tersipu. Lalu kemana semua itu? Tak pantaskah aku mendapat secuil kalimat sapaan "selamat pagi sayang,semoga harimu menyenangkan".
Lalu kau berujar : itu masa lalu, itu saya dulu saya yang alay, itu pikiran-pikiran abege cinta monyet.
Heiiii come on! Usia kamu saat itu sudah tidak lagi abege, kamu sudah sering mengecap pahit manisnya cinta, tak pantaslah kiranya disebut dengan cinta monyet.
Siapa yang tak akan cemburu dengan masa lalumu? Ketika hanya dia yang kau sembunyikan,berdalih tak ingin menyebut yang dulu-dulu sedangkan yang lain kau ceritakan dengan gamblang. Kau menyebut nama sia A sampai dengan si Z tapi si dia tak pernah terucap dari mulutmu. Sampai aku mengetahuinya sendiri, dan kau mengelak dengan hanya ingin menjaga perasaan dia, agar dia tidak sakit. Heiiii jawab sebagai orang normal, siapa yang harus kau jaga perasaannya?aku atau masa lalu kamu? Sebegitukah berarti dia bagi kehidupanmu,entah apa yang keluarganya berikan padamu sampai kau tau mau melewatkan panggilan dari mereka. Sedangkan menjawab pesan aku,butuh setidaknya dua jam untuk direspon.
Aku sudah menceritakan semua masa laluku, karena aku tak ingin kau mendengarnya dari orang lain. Ketika aku meminta hal yang sama darimu kau berkelekar: setiap orang berbeda dalam menyikapi masa lalunya.
Siapa yang tidak akan berhenti menanyakan masa lalumu ketika kau selalu membela apa yang dia lakukan. Kau selalu mempunyai point of view yang beda apabila itu terjadi padanya. Beda ketika itu terjadi padaku bahkan pada temanmu.
Aku rasa setiap perempuan keinginannya sama, ingin diakui, ingin dianggap ada keberadaannya dan ingin diperhatikan. Kau tak pernah malu mengajak dia berjumpa dengan kawan-kawanmu mengenalkannya pada sahabat-sahabatmu sedangkan untukku perlu waktu setidaknya setahun untuk diajak bertemu kawan dan sahabatmu. Kau dengan bangganya menjadikan gambar dia dengan senyum yang membuat kamu mabuk kebayang menjadi profil picture di account media social mu, memenuhi handphone mu dengan foto-fotonya yang kebanyakan nyaris tanpa busana. Sedangkan berfoto denganku saja kau tanpa enggan. Jangan mengelak, setidaknya aku sudah dua tahun mengenalmu untuk membedakan ekspresi senang,bahagia, sedih atau ogah mah aku udah khatam (Insyaallah 😂).
Tidak mungkin apa yang kau tuliskan di buku harianmu, di statusmu tidak berdasarkan apa yang kau rasakan. Kenapa kamu selalu tidak jujur? Apa yang aku tidak tahu lagi?
Kamu boleh menjudge ku dengan apa yang pernah kamu lihat. Ya aku mengakuinya tapi itu semua karena kamu. Kamu yang terlalu bersikap tak acuh sehingga ketika ada yang lebih perhatian aku tak menolaknya. Lihat ketika ada komitmen denganmu sekedar ajakan makan malam sama temen lawan jenis pun aku enggan.
Sampai kapan kau terjebak pada masa lalu mu? Sampai kapan kau bisa santai membicarakan dia sama seperti santainya kamu membicarakan si A sampai dengan si Z? Sama seperti santainya aku membicarakan masa laluku.
Kapan kau bisa dengan yakin berkata sambil menatap ke dalam mataku "saya tidak mencintainya,tidak menyayanginya dan hanya kamu yang saya sayang" #eeeeeaaaaaaaaa mimpi keleeee yee 😁😂😂😂😂😂😂

Tidak ada komentar:

Posting Komentar