Tak ada telaga yang menampung airmataku
Tak ada buku yang menampung riuh isi kepalaku
Yang ada hanya sunyi
Selalu sunyi
Ketika segerombolan nyeri menyerang sisi terdalamku
Kau entah dengan alasan apa senantiasa berlari
Mengikuti ketakutanmu
Atas apa yang tak kau ketahui
Masa lalukah?
Apa yang kau dapatkan dari pelarianmu?
Sunyi
Atau mimpi
Atau keduanya
Usia merangkak tapi kita tak pernah menjadi dewasa
Kita terlalu dilenakan masa kanak-kanak yang ceria
Tanpa mau memikul tanggungjawab
Bahkan untuk diri kita sendiri
Sudah kubilang, tak ada yang bisa menggantikan sunyi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar